Thursday, March 19, 2009

Berbakti Kepada Orang Tua

Ya... Allah ampunilah dosa-dosaku dan kedua orang tua ku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi aku sewaktu kecil. Amin

Sepotong do'a yang selalu hadir dalamm setiap do'a yang kita panjatkan kepada Allah bukanlah hanya sekedar ucapan saja, tapi merupakan gambaran bahwa apapun kita, bagaimanapun keadaan kita, tidak akan lepas dari peran orang tua.
Melihat dan merasakan bagaimana peran orang tua kita sampai kita menjadi seseorang seperti saat ini, sangatlah wajar kita berbakti kepada orang tua, yang tidak wajar adalah jika seorang anak tidak pernah memandang peran orang tuanya dalam jalan kehidupannya.

Berbakti bukanlah hanya sekedar memberikan uang atau rumah mewah untuk orangtua tapi lebih dari itu. Kasih sayang anak, perhatian, dan do'a seorang anak sangatlah berarti bagi orang tua. Di dalam al-qur'an Allah memberikan beberapa contoh bakti anak kepada orang tuanya:

1. Seorang anak wajib mengasuh orang tuanya jika orang tuanya mencapai umur tua yang sudah tidak mampu untuk bekerja dan berusaha untuk dirinya maupu keluarga.
> Sering kita lihat di tayangan televisi maupun disekitar kita masih ada orang tua yang sudah uzur terus bekerja membanting tulang untuk menghidupi keluarganya, kadang timbul pertanyaan dalam benak kita "Kemana anaknya...?" semoga anak-anak mereka sadar siapa orang tuanya dan sadar bahwa mereka adalah tanggung jawabnya.

2. Berkata yang menyenangkan orang tua
> Saya pribadi saat ini sering dibuat kaget oleh perkataan seorang anak kepada orang tuanya yang bagi saya pribadi sangat TIDAK LAYAK diucapkan seorang anak kepada orang tuanya. "mulutmu adalah harimaumu", "Lidah tidak bertulang" kata-kata tadi sangatlah benar, apa yang kita ucapkan bisa membuat orang senang namun bisa pula menusuk hati orang lebih dalam dan pedih dari tusukan pisau, perkataan tidak baik kepada orang lain saja sangat tidak boleh apalagi kepada orang tua kita.
Jagalah mulut kita dari perkataan yang menyakiti orang tua kita, katakanlah kepada mereka kata-kata yang menyenangkan hati mereka.

3. Tunjukkan kasih sayang kepada mereka
> Tunjukkanlah kasih sayang dalam setiap prilaku dan tindakan kita kepada mereka agar hubungan anak dan orang tua akan selalu baik dan penuh kasih sayang. harmonis dalam kehidupan bersama mereka akan membawa kita kepada kehidupan yang sangat damai dan di rahmati oleh Allah. janganlah pula sombong didepan mereka karena apa yang kita dapat saat ini dan menjadi apa kita saat ini tidak pernah akan lepas dari peran orang tua dalam jalan hidup kita.

4. Do'a
> Panjatkan do'a yang tulus kepada Allah untuk kedua orang tua kita selagi mereka masih hidup maupun setelah mereka meninggal. Do'a yang dipanjatkan akan membuat orang tua kita senang dan akan menerangi mereka dalam perjalanan menghadap Allah.

Wahai mereka yang merasa anak dari orang tuanya ingatlah..
1. Jagalah mereka
2. Senangkan hati mereka dengan kata-kata yang keluar dari mulutmu
3. Kasihi dan sayangi mereka dalam keadaan apapun
4. Berdoalah untuk mereka

Semoga kita semua menjadi orang yang selalu berbakti kepada Allah dan kedua orang tua kita. Amin

Friday, February 13, 2009

Al-Qur'an Bacaan wajib seorang muslim


Al-Qur'an merupakan bacaan wajib bagi umat muslim, Al-Quran bukan hanya sekedar buku kitab suci tapi merupakan petunjuk nyata bagi umat manusia, siapapun dia,apapun jabatan dan pangkatnya.
Banyak orang yang telah mulai lupa kemana dia harus berpegang disaat galau dan kebingungan walaupun secara nyata didepan mata Al-Qur'an ada namun dia tidak pernah terpikir bahwa didalam kitab kecil itu ada petunjuk nyata dan realistis untuk semua masalah yang dia hadapi.
Al-Qur'an kadang hanya dijadikan identitas sebuah rumah yang berpenghuni umat muslim, namun tidak pernah tersentuh maupun terbaca sampai petunjuk datang padanya.
Ada kalanya Al-Qur'an dijadikan jimat yang katanya menghalau segala setan untuk mendekat, benarkah itu?

Al-Qur'an adalah bacaan, petunjuk yang sempurna jimat yang sangat kuat jika ia dibaca dan dipahami, bukan dipajang.
Membacanya selain sebagai ibadah kepada Allah sang Maha Besar juga merupakan undanga-undang bagi seluruh umat manusia yang jika di baca, dipahami, dan dilaksanakan maka dunia ini akan seindah surga bagi umat manusia.

Keindahan Al-Qur'an serta mu'jizat yang ada padanya hanyalah sebagian kecil dari kuasa Allah. Allah melalui Rasul-rasulnya memberikan sebagian petunjuk dan undang-undang melalui kita-kitab - Nya.

Jika ditelaah dengan jujur dan dengan hati yang murni (hati Nurani) maka kita akan tahu bahwa misi dan visi didalam 4 kitab suci yang diturunkannya adalah sama. Sebuah Misi untuk kehidupan yang terbaik dengan Visi masa depan yang tercerah bahkan tidak terbayangkan oleh manusia.

Bacalah, pahamilah, dan amalkan maka kehidupan kita akan terasa bagai di Surga Nya.
Yakin dan percaya niscaya kita akan mendapatkannya.
" Allah Maha Besar dengan segala Firman Nya"

Thursday, February 5, 2009

Membangun Madinatul Iman

Membangun Madinatul Iman bukanlah hal yang teramat sulit bagi umat beragama yang ada di Indonesia. Khususnya untuk umat Islam yang telah memiliki saran prasarana dan berbagai syarat untuk membangun sebuah Madinatul Iman.
Sebagai syarat utama membangun sebuah Madinatul Iman adalah:
1. Membangun tempat Ibadah (MASJID)
Masjid sebagai tempat ibadah juga merupakan tempat umat muslim untuk berkumpul. Banyak sekali gambaran sebuah kehidupan yang dapat diambil dari Masjid; dimasjid kita datang dengan satu tujuan yaitu menghadap kepada sang Maha Pencipta dan mengurus segala urusan kita kepada-Nya. di Masjid juga kita memiliki imam yang selalu memimpin umat dengan segala kerendahan hati dan taat kepada Allah SWT, para makmum (peserta Sholat) juga taat mengikuti imam tanpa ada kekesalan maupun tindakan menentang karena dihatinya ada satu Tujuan yang sama yaitu bersama menghadap-Nya. masih banyak lagi gambaran hikamh yang dapat diambil dari sebuah Masjid.
2. Rasa Persaudaraan
Rasa persaudaraan yang tinggi antar umat islam adalah sebuah tonggak kuat yang dimiliki umat Islam dimanapun berada. Banyak rintangan dan halangan yang berhasil dilalui umat Islam sejak Nabi Adam sampai dengan saat ini dengan berbekal ikatan persaudaraan yang kuat dan akidah yang satu yaitu menyembah dan taat kepada Allah SWT.
3. Aturan dan Undang-undang.
Secara hakiki umat islam telah memiliki undang-undang yang secara lengkap mengatur segala hal, baik dunia maupun akhirat, yaitu: Al-Qur'an. Nabi Muhammad SAW telah berpesan bahwa tidak ada yang di wariskan oleh Beliau selain Al-Qur'an dan Hadist yang apabila umat berpegang teguh kepada dua warisan tersebut maka umat Islam akan selalu mendapati kehidupan yang Damai Aman sejahtera dunia maupun akhirat.

Denga tiga hal di atas sebuah Madinatul Iman yang kita harapkan tentunya akan mudah terlaksana: Para pemimpin dan masyarakat yang taat beragama dengan rasa solidaritas dan persaudaraan yang tinggi, serta mentaati segala peraturan yang telah ditetapkan Insya Allah Madinatul Iman bukan lagi sekedar hayalan semu tapi akan menjadi kenyataan hidup umat Islam dimanapun berada.

Wassalam
Fasry

Monday, December 22, 2008

Pondasi negara terkuat

Balikpapan, Jum’at, 19 Desember 2008

Dua hal yang dapat menjadi pondasi kuat bagi kelangsungan sebuah negara yaitu warga negara yang beriman dan bertaqwa.

Warga yang beriman: iman kepada ketuhanan Allah SWT Yang Maha Esa, tidak ada duanya HANYA SATU. segala kekuatan manapun tidak akan dapat mengalahkan kekuatan yang dimiliki Allah, maka yakinlah bahawa semua kahidupan kita yang kita jalani akan dapat dengan mudah kita lalui, karena kita selalu didampingi oleh Allah yang selalu ada, maha kuasa, maha kuat, maha besar, maha pengasih lagi maha penyayang.

Warga yang bertaqwa: Taqwa adalah rasa kepatuhan kepada segala perintah Allah SWT, dan meyakini bahwa Allah tidak akan membebani seseorang untuk memberatkannya. Allah memberikan kepada kita sebatas kemampuan yang kita miliki. Taqwa juga berarti menjauhi segala larangannya tanpa terkecuali dan tanpa toleransi, segala larangan mutlak untuk di tinggalkan, karena mudarat (akibat buruk) untuk kita pasti ada disemua larangan.

Dengan dua hal ini hadir dalam kehidupan manusia sebagai warga negara tentunya akan membuat negara tersebut tahan dari segala macam krisi kehidupan. Allah selalu ada bersama kita karen Dia dekat kepada kita, dan Dia akan menjawab segala Do’a yang kita mohon kepada-Nya.

Sebuah renungan

Al-I’tiroof (Sebuah Pengakuan)

Ilaahii lastu lil firdausi ahlan

Walaa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi

Fahablii taubatan wagfir dzunuubii

Fainnaka ghaafirudz-dzanbil ‘azhiimi

Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali

Fahablii taubatan yaa dzal jalaali

Wa‘umri naaqishuun fi kulli yaumin

Wadzanbii zaa-idun kaifahtimaalii

Ilaahii ‘abdukal ‘aashiy ataaka

Muqirrom bidzdzunuubi wa qod da’aaka

Fa in tagfir fa anta lidzaaka ahlun

Wa in tathrud fa man narjuu siwaaka

Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu

Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka

Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku

Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar

Dosaku seperti jumlah pasir

Maka terimalah taubatku Wahai Pemilik Keagungan

Dan umurku berkurang setiap hari

Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya

Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu

Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu

Seandainya Engkau mengampuni

Memang Engkaulah Pemilik Ampunan

Dan seandainya Engkau menolak taubatku

Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU

( Abu Nawas, Baghdad )

Masih selalu terngiang ditelingaku saat syair ini diperdengarkan, perenungan hati yang mendalam membawa kita mengenal diri kita yang memiliki kekurangan serta kelemahan di hadapan Allah Yang Maha Besar dan Kuasa.

Hanya dengan mengharap kasih sayangnyalah kita mampu menjalani hidup ini samapai detik ini.

Walaupun dosa terus bertambah namun Kasih Sayang-Mu ya Allah tidaklah habis untuk kami.