Al-I’tiroof (Sebuah Pengakuan)
Ilaahii lastu lil firdausi ahlan
Walaa aqwaa ‘alaa naaril jahiimi
Fahablii taubatan wagfir dzunuubii
Fainnaka ghaafirudz-dzanbil ‘azhiimi
Dzunuubii mitslu a’daadir rimaali
Fahablii taubatan yaa dzal jalaali
Wa‘umri naaqishuun fi kulli yaumin
Wadzanbii zaa-idun kaifahtimaalii
Ilaahii ‘abdukal ‘aashiy ataaka
Muqirrom bidzdzunuubi wa qod da’aaka
Fa in tagfir fa anta lidzaaka ahlun
Wa in tathrud fa man narjuu siwaaka
Ya Tuhanku, tidak pantas bagiku menjadi penghuni surga-Mu
Namun, aku tidak kuat dengan panasnya api neraka
Terimalah taubatku dan ampunilah dosa-dosaku
Sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa besar
Dosaku seperti jumlah pasir
Maka terimalah taubatku Wahai Pemilik Keagungan
Dan umurku berkurang setiap hari
Dan dosaku bertambah, bagaimana aku menanggungnya
Ya Tuhanku, hamba-Mu yang berdosa ini datang kepada-Mu
Mengakui dosa-dosaku dan telah memohon pada-Mu
Seandainya Engkau mengampuni
Memang Engkaulah Pemilik Ampunan
Dan seandainya Engkau menolak taubatku
Kepada siapa lagi aku memohon ampunan selain hanya kepada-MU
( Abu Nawas, Baghdad )
Masih selalu terngiang ditelingaku saat syair ini diperdengarkan, perenungan hati yang mendalam membawa kita mengenal diri kita yang memiliki kekurangan serta kelemahan di hadapan Allah Yang Maha Besar dan Kuasa.
Hanya dengan mengharap kasih sayangnyalah kita mampu menjalani hidup ini samapai detik ini.
Walaupun dosa terus bertambah namun Kasih Sayang-Mu ya Allah tidaklah habis untuk kami.
0 comments:
Post a Comment